1st step 20s (21)
Di postingan terakhir bahasannya semacam ambisius dan menggebu banget ya. But, ya, aku bersyukur pernah memikirkan tentang 'bahagia'-nya aku. Alhamdulillah 'ala kuli hal. Sudah setahun lebih dari saat itu. Banyak hal terjadi. Beneran. Benar-benar melakukan 'menyelami samudera Yasmin'. Dapat satu kesimpulan untuk saat ini, bahagia itu sakinah, ketenangan. Bagaimanapun itu bentuknya, ya ketenangan versimu, bukan versi orang lain. Kalau boleh jujur, bagiku buat nemuin hakikat bahagia yang seperti itu g mudah sih. Apalagi buat si perfeksionis dan tipe orang yang g mau kelihatan lemah kayak aku. Poin pertama itu, menerima diri kalau diri ini ada kelemahan berujung dengan, hmmm, ternyata selama ini yang menyiksa diriku ya diriku sendiri. Standar terlalu tinggi dan memaksakan diri g sesuai kemampuan. Rakus dengan inginnya menguasai semua, melakukan semua, padahal memang bukan jatah dan perannya buat melakukan hal-hal tertentu itu. Ya jelas banget lah, batin nuranimu tersi...